Senin, 10 Mei 2010

YANG TERINDAH



Oleh: Siska Agustin Kusumastuti
2008


Kau yang terindah dalam hidupku
Perhiasan dilubuk hatiku
Anugerah terindah untuk diriku
Cintaku adalah dirimu
Meluluhkan hati yang beku
terhanyut dalam lautan kasihmu
tenggelam dalam ketulusan hatimu
tertulis diawan biru, hanya diriku dalam hatimu
dera ombak lepaskan kesunyian
mengingatmu dalam kerinduan
pandanganku menerawang kedasar lautan
berharap kau datang dengan senyuman
angin dingin malam itu
seakan terbang anganku bersamamu
setiap detak jantungku
serasa berhembus dangan nafasmu

KETULUSAN CINTA


Oleh: Siska Agustin Kusumastuti
2007

Sekian lama kukenal cinta
Merjut kasih satukan hati
Tiada suka tetapi duka
Berakhir sudah kisahku dengannya
Kini awan putih menghampiriku
Meleburkan hati yang telah beku
Ketulusan cinta datang darinya
Berjuta kasih ada padanya
Embun pagipun berkata
Cintanya seluas samudra
Awan tersenyum melihat kita
Angin membisikan kata cinta
Kasih..........
Pejamkan mata satukan hati dan cinta
Agar kasih kita abadi selamanya

AKHIR CERITA CINTA


Oleh: Siska Agustin Kusumastuti
2006

Saat senja berhias duka
Lembai jemari merpati putih
Yang menyimpan berjuta kasih
Kumenangis saat mencoba lupakan cinta
Ku taksanggup untuk bertahan
Merajut tali kasihmu
Selamat tinggal kekasih
Lupakan saja aku
Raihlah bahagiamu
Dangan cinta putih yang lain
Tak usah kau berharap
Satukan kembali cinta kita
Kubur dalam kenangan indah
Yang pernah kita lalui bersama
Ah........
Sudahlah lupakan saja tentang kita

Sabtu, 08 Mei 2010

NADA SEDERHANA UNTUK SANG BUNDA


Oleh: Siska Agustin Kusumastuti

Titi nada sederhana detak jantungku

Seiring hembusan nafas tanda kehidupan

Sebening embun pagi, seelok langit sore

Dan seluas hamparan samudra

Rasa cinta yang tulus kurasakan dalam

sebening percikan air suci

seindah tangga nada gesekan dedaunan kering

tunjukan nuansa alam

rasa rindu ingin memeluk hangat tubuhnya

menjadi satu memenuhi ruang hatiku

hembusan angin menerjang dinding tebal hati

rasa ingin menggenggam erat tangannya

rasa itu terus memasuki gelap lemban

kehitaman malam yang batasi pandang

dikeheningan malam...

kutorehkan tinta diatas kesucian, untuk menuliskan

nada sederhana untuk sang bunda